sudah seminggu saya gak posting di blog ini. gak tau kenapa, banyak ide buat nulis yang ada di otakku tapi gak bisa tersalurkan lewat kata2. lagi mampet rupanya saluran idenya. banyak topik yang ingin saya tulis. tapi sayang, setiap memuliai mengetik sebuah topik, saya mulai kehabisan kata2 setelah satu paragraf. kayaknya klo dibiarkan, kondisi ini bakal terus berlangsung dan para pengunjung setia blog ini *halah…… emang ada Ter?* gak bakal dapat ide2 segar dariku *hehhehehehe*. oleh karena itu, saya memutuskan untuk memuat semua topik tersebut dalam satu postingan ini.
Bersihar Lubis

telat banget klo saya baru ngomongin itu sekarang. sejak tahu tentang kasus ini dari postingannya antobil, saya sering mengikuti perkembangan kasus ini. berita terakhir yang saya tahu adalah pak Lubis udah menyampaikan pledoi di hadapan majelis hakim dan akan dijawab minggu depan.
melalui tulisan singkat ini juga, saya menyatakan bahwa “SAYA MENDUKUNG BERSIHAR LUBIS”
Rontoknya Fairing Cover Sayap Pesawat Batavia
sebenarnya saya gak terlalu peduli pada berita tentang rontoknya fairing cover sayap kiri Boeing 737-400 milik batavia itu. tapi saya sangat menyayangkan ucapan menteri perhubungan bapak Jusman Syafii Djamal, yang dengan entengnya mengatakan
… mungkin hanya beberapa kesalahan teknis yang kecil. paling cuma ada baut yang lepas…
kira2 seperti itulah ucapan yang keluar dari mulut bapak menteri. saya heran, nyawa sekian banyak orang jadi taruhan ketika pembungkus sayap itu rontok tapi dengan santainya bapak menteri bilang itu hanya karena baut yang lepas. satu baut lepas, ratusan orang bisa mati. koq sepertinya nyawa ratusan manusia gak punya nilai sama sekali.
lagian juga, itu maskapai penerbangan koq bisa2nya menerbangkan pesawat dengan kondisi yang gak layak terbang seperti itu. koq bisa lolos pemeriksaan? *udahlah Ter, paling2 juga ada orang dalam*
mungkin reaksi saya ini berlebihan. tapi saya benar2 gak terima dengan pernyataan bapak menteri.
Perpisahan
dalam waktu satu hari, saya mengalami tiga perpisahan. tepatnya hari selasa lalu.
1. si Brero (motor) yang selama ini kutunggangi, harus diwariskan buat adikku. *gak penting*
2. v3i ku yang selama ini slalu jadi mainan jempolku, sering nempel di telingaku dan selalu ngumpet di saku celana juga harus diwariskan. *gak penting juga*
3. cewekku pulang kampung. *penting banget*
yang pertama dan kedua emang gak penting2 amat. tapi yang ketiga benar2 membawa pengaruh besar dalam hidupku. udah 4 tahun jarang bareng. sering putus sambung. dan sekarang dia udah pergi. untuk saat ini cuman 6 bulan karena bulan april tahun depan dia harus ke jojga lagi untuk wisuda. tapi setelah wisuda, aku gak tau kapan baru bisa ketemu dia lagi.
sejak beberapa minggu yang lalu, aku selalu meyakinkan diriku bahwa aku siap untuk ditinggal. tapi ketika dia pergi, aku sadar bahwa aku belum siap. terlalu banyak hal yang sering dilakukan bersama2, sekarang harus kulakukan sendiri. bete. tapi harus membiasakan diri. rencananya bulan desember nanti mo berkunjung ke tempat asalnya. mudah2an terwujud.
Nonton Gigi
saya bukan seorang Gigikita. tapi saya suka menonton penampilan live dari band2 papan atas indonesia. apalagi klo tempatnya di kafe. terus terang saya kurang suka nonton di stadion atau tempat2 terbuka. bukannya mau sok2an atau nggaya, tapi saya selalu khawatir dengan keributan yang biasanya terjadi pada saat konser.
pas sampe di Boshe, baru aja duduk, gak lama kemudian naiklah satu persatu personil Gigi. Bujana dan Armand muncul terakhir dan langsung memainkan lagu “Nakal”.
penampilan Gigi sendiri sangat atraktif (selain Bujana). kita tentu udah gak asing lagi dengan lompatan2 kecil yang biasanya dilakukan Armand dan Thomas. Armand juga beberapa kali mengajak penonton ngobrol.
sayangnya, sesuai dengan ciri khasnya, Bujana hanya diam dan berkonsentrasi pada gitarnya. cuman ada satu kalimat yang dia ungkapkan malam itu setelah kelar lagu 11 Januari: “musiknya saya yang ciptakan, tapi liriknya Armand”. cuman itu doank. selain itu, gak ada lagi. saya sendiri cukup maklum dengan perilaku diamnya di atas panggung. bisa jadi karena dengan diam itulah, dia bisa berkonsentrasi penuh dengan gitarnya. mengingat tugasnya cukup berat sebagai gitaris tunggal gigi.
total 12 lagu dibawain ama gigi selama kurang lebih 1 jam lebih dikit. gak puas seh sebenarnya. tapi ya sutralah. yang penting udah bisa nonton.
oh iya, Armand bilang, tanggal 11 Januari 2008, gigi bakal ngadain satu konser terbesar. lokasinya antara di Jogja ato Solo. kita tunggu saja tanggal itu.
Itulah beberapa topik yang seharusnya dibuatkan postingan terpisah. tapi berhubung hal2 yang sudah kusebutkan di awal postingan ini, maka inilah jadinya. tiga ocehan dalam satu postingan.
Comment ah…. Perdana bow.
- Bersihar Lubis: g tau kasusnya
- Batavia Air: iya neeh enak aja menterinya ngomong begitu.
apa kata dunia… mknya dpt larangan ke eropa
cara pikir menterinya aja kayak gini
- Perpisahan : Warisan penting demi keutuhan persaudaraan
(wkwkwkwkwk)
Buat perpisahan yg dirasa *penting*
(Love will show u everything)
- Gigi: sama, bukan gigikita jg.
Comment by c3_mil4n — 25 November 2007 @ 7:19 pm
saya suka nonton konser kalo di stadion, rame! apalagi kalo pintunya udah jebol
Comment by antobilang — 25 November 2007 @ 9:43 pm
kalo d’cinammon nama fansnya apa ya? biji kayuputih? ato cinnamon powder? saya jeh, sabtu besok mau nonton itu
Comment by iphan — 27 November 2007 @ 11:56 pm
mo nonton d’cinammon apa mo liat cewek YKPN?
Comment by PeTeeR — 28 November 2007 @ 4:58 am