Kenapa saya nge-blog?
Saya bingung harus jawab gimana waktu bung anto nanyain soal itu pas blonjo kupat kemaren. Waktu itu jawaban saya berhubungan dengan kasus yang menimpa mas herman. Jawaban itu keluar dari mulut saya, karena waktu itulah saya mulai kenal dengan yang namanya blog. Abis acara blonjo kupat, saya berpikir ” wah…… pasti anto bakal mikir klo saya bikin blog karena pengen terkenal ato bikin sensasi”.
Kesan pertama saya tentang blog, bukan kesan positif. Dalam hati saya berpikir klo mas herman sengaja membuat postingan tersebut untuk mempopulerkan diri dan menaikkan traffic blognya. Belakangan, setelah mengikuti perkembangan kasus itu dengan jalan2 ke blog2 terkait, saya jadi tahu bahwa kesalahan bukan ada di mas herman tetapi ada pada tokoh kita yang merasa sangat amat tersinggung dengan postingan itu dan memperpanjang masalah.
Beberapa saat setelah itu, saya mulai posting di blog friendster. Cuman beberapa postingan dan saya mulai malas nulis. Waktu itu tujuan saya cuman sekedar biar punya blog saja. Biar klo ada yang nanya “kamu punya blog ga?”, saya bisa jawab bahwa saya punya.
Setelah malas posting di blog friendster, saya membuat account di blogsome. Kenapa blogsome dan bukan blogspot ato wordpress? Karena kedua provider tersebut sudah banyak yang make dan saya pengen beda. Tanpa tahu feature2nya dan tanpa membandingkan ketiga layanan tersebut, saya milih blogsome. Saya mulai sering nulis (walaupun gak banyak n topiknya gak jelas) sambil berharap ada yang baca blog saya dan ngasih comment. Saya promosikan rumah baru saya ini lewat friendster dan ym kepada temen2 saya. Selain posting, kerjaan saya yang lain yang berhubungan dengan blog cuman jalan2 baca tulisan orang.
Kebanyakan jalan2 membuat saya minder. Kebanyakan postingan yang saya baca adalah postingan2 yang menurut saya bermutu atau setidaknya postingan tidak asal2an atau sekedar menceritakan pengalaman pribadi. Saya bertanya pada diri saya sendiri “bisa gak ya saya bikin postingan2 kayak gitu?”
Sekitar 2 bulan setelah postingan pertama, saya mulai malas ngetik lagi. Postingan terakhir saya waktu itu judulnya “Siap tanggung resiko ?”. Setelah itu saya benar2 meninggalkan blog ini. Salah satu alasannya adalah karena gak ada yang baca dan gak ada yang ngasih comment. Waktu itu buat saya penting banget ngeliat ada comment di postingan saya. Itu tandanya ada yang baca dan tertarik.
Hampir setahun kemudian, saya ngetik lagi. Kali ini tentang “Manusia Bodoh”. Sampai sekarang klo baca postingan itu, saya suka senyum2 sendiri. Setelah ketikan ini, syaa berhenti lagi dan baru kembali ngetik tanggal 8 Oktober 2007. Sekalipun ada selang waktu setahun, saya tidak benar2 meninggalkan blogosphere. Saya masih sering bahkan rajin ngunjungi blog2 orang laen. Blog yang waktu itu berstatus wajib buka adalah blognya Herman ama Tika. Waktu saya pertama kali bikin account di blogsome, saya sempat ngobrol2 ama tika soal bikin blog dan mindernya saya.
Ketika mulai ngetik lagi tanggal 8 lalu, saya cuman berpikir “yang penting saya bisa ngetik”. Yang akan saya ketik adalah pengalaman pribadi saya. Tapi saya juga bingung. Di satu sisi saya pengen mengungkapkan semua pengalaman hidup saya baik yang baik maupun yang hancur berantakan. Tapi, di sisi lain, saya gak siap untuk menjadi begitu terbuka. Saya gak tau siapa yang baca hasil ketikan saya. Saya gak bakalan tau kalo ada yang akan tersinggung, marah, sedih ataupun bersukacita setelah membaca ketikan saya. Saya pun akhirnya memutuskan untuk tetap terbuka dengan batasan2 yang saya tentukan sendiri.
Selain pengalaman pribadi, saya selalu ingin membuat postingan yang kelihatan bermutu berdasarkan sebuah riset dan pemikiran yang mendalam atau setidaknya sebuah ulasan menarik tentang sesuatu. Tapi saya juga menyadari keterbatasan saya. Saya tidak memiliki pengetahuan luas di berbagai bidang yang bisa saya jadikan dasar postingan saya. Ketika anto ngasih comment tentang percakapan alter ego, saya yang gak ngerti langsung meminta penjelasan dari tante wiki. Saya pun memutuskan untuk membuat semuanya semampu saya, dengan bahasa saya sendiri sesuka hati saya, sekalipun masih ada ketakutan bakal dicemooh ato diomongin sama orang2 yang baca karena gak sesuai dengan etika yang berlaku di blogosphere.
Akhirnya setelah ocehan panjang lebar di atas, kembali lagi ke pertanyaan awal, “kenapa saya nge-blog?”
Inilah jawaban saya :
- Saya ingin punya tempat untuk mencurahkan perasaan saya. Biasanya saya lebih mampu untuk menuliskan perasaan saya dibandingkan jika saya menceritakan kepada sahabat. Harapan saya, selain mengurangi beban juga mendapatkan masukan2 berharga yang bisa memotivasi saya.
- Saya ingin punya sebuah tempat dimana saya bisa menyampaikan ide2 saya yang mungkin gak bisa saya ungkapkan dengan bahasa lisan.
- Saya ingin punya tempat dimana saya bisa menuliskan sesuatu yang akan membuat orang termotivasi atau setidaknya memberikan dampak positif buat orang2 yang membacanya.
- Saya ingin punya tempat untuk ngoceh sebebas2nya dan semau saya di saat gak ada orang yang bisa dan mau mendengarkan ocehan saya yang bisa jadi hanya sampah.
- Saya ingin punya tempat untuk menceritakan pengalaman2 saya sehari2. Siapa tahu pengalaman saya bisa dijadikan guru oleh orang2 yang baca.
Jadi, pertanyaan saya sekarang, “klo anda punya blog, apa tujuan anda nge-blog?”
klo anda punya blog, apa tujuan anda nge-blog?
tujuan saya biar saya bisa nuangin apa yang ada di kepala saya.
Comment by monsterikan — 31 October 2007 @ 11:34 am
ya…ya…
ini ta’kasi komen!
Comment by Shelling Ford — 31 October 2007 @ 1:46 pm
@Joe
makaci……….
Comment by PeTeeR — 31 October 2007 @ 1:48 pm
wah, saya nggak mikir gitu kok bro, santai!
kapan ikutan kumpul2 yuk, aku ajak herman saksono sekalian
Comment by antobilang — 4 November 2007 @ 9:54 pm
*senyum manis*
biasanya ngumpul di mana?
angkringan tugu itu ya?
Comment by PeTeeR — 5 November 2007 @ 2:57 am